Hayati Nupus
08 Agustus 2018•Update: 09 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengatakan Indonesia memiliki mekanisme penyaluran bantuan asing untuk bencana.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bantuan asing dapat masuk jika sudah ada pernyataan resmi dari Presiden RI bahwa pemerintah membuka bantuan internasional.
Selain itu, ujar Sutopo, lembaga asing tersebut harus berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian Luar Negeri terlebih dulu.
“Itu aturan main kita, sesuai undang-undang yang ada, tidak bisa asal nyelonong,” ujar Sutopo, Rabu, di Jakarta.
Pernyataan ini Sutopo lontarkan terkait masuknya sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional ke Lombok tanpa izin.
LSM tersebut adalah Blue Leopard Rescue China, GER Singapore, Aviation Fire Rescue dan ACT Partners. Mereka menyebut tujuan datangnya ke Indonesia untuk membantu mengevakuasi korban gempa Lombok.
Meski begitu, kata Sutopo, lembaga asing yang terlanjur masuk boleh menginap di Indonesia tanpa melakukan aktivitas lapangan.
Lagipula, menurut Sutopo, sejauh ini Indonesia belum membutuhkan bantuan internasional untuk menangani dampak gempa Lombok. Dari segi pendanaan maupun logistik, kapasitas Indonesia masih mencukupi.
Sementara itu Staff Biro Hukum dan Kerja Sama Internasional BNPB, Lucky, mengatakan Indonesia memiliki pedoman peran serta lembaga internasional non pemerintah.
Lembaga asing yang boleh beroperasi di Indonesia, kata Lucky, hanyalah lembaga resmi yang telah berizin dan terkategori organisasi masyarakat di Indonesia. Mereka sudah tergabung dalam humanitarian coordination.
BNPB juga mengimbau agar LSM lokal ataupun internasional yang resmi beroperasi di Indonesia tidak mengundang partner internasional untuk menangani gempa Lombok.
Gempa tektonik berkekuatan 7 SR mengguncang Lombok, Minggu malam, pukul 18.46 WIB. Hingga pagi ini terdapat 318 gempa susulan dengan intensitas semakin mengecil.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami dan mengakhirinya pada pukul 20.25 WIB.
BMKG juga menyebutkan jika ini merupakan gempa utama dari rangkaian gempa sebelumnya.
Lokasi gempa tak jauh dari pusat gempa sepekan sebelumnya yang berkekuatan 6,4 skala richter dan mengguncang Bali, Lombok, hingga Sumbawa. Gempa pekan lalu itu menewaskan 17 orang, 365 terluka dan membuat ribuan orang mengungsi.