Erric Permana
10 April 2018•Update: 10 April 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya menyebut ada sekitar 12 ribu hektar wilayah yang terdampak tumpahan minyak akibat patahnya pipa milik PT Pertamina di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dia mengatakan temuan luas wilayah yang terdampak tumpahan minyak tersebut didapat dari pantauan satelit.
Selain itu juga tim dari kementeriannya telah mengumpulkan 300 meter kubik tumpahan minyak.
“Menurut satelit 12 koma sekian ribu hektar,” ujar Siti Nurbaya
Sementara untuk dalamnya tumpahan minyak yang mencemari perairan di Teluk Balikpapan, kementeriannya hingga kini masih melakukan penelitian.
Dia pun menyebut tumpahan minyak tersebut menyebabkan tanaman Mangrove mati.
“Karena waktu tim penyelam KLHK turun tidak bisa tembus karena gelap jadi harus menemukan tekniknya,” tambah dia
Presiden pun kata dia menyampaikan mengenai kekhawatirannya. Presiden tidak ingin tumpahan minyak tersebut menyebabkan kerugian dan bencana di masyarakat.
“Saya sih waktu hari Sabtu melapor ke Bapak Presiden justru kekhawatiran beliau di masyarakatnya artinya jangan sampai sisa minyak bisa terkena api bisa kebakaran lagi, itu yang tidak boleh,” tegas dia.
Pada Sabtu, kebakaran hebat terjadi di perairan Teluk Balikpapan yang diduga diakibatkan oleh tumpahan minyak mentah yang tumpah ke laut dan terbakar
Minyak mentah berwarna hitam tampak menggenangi laut dan memantulkan cahaya jika disorot lampu senter.
Menurut Pertamina, ada pipa milik perusahaan yang putus dari arah perairan Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Pipa yang putus itu berdiameter 20 inci dengan ketebalan 12 milimeter dan tertanam di kedalaman 25 meter di bawah laut.
Sampai Selasa, terhitung ada lima orang warga setempat yang tewas akibat kebakaran dari tumpahan minyak tersebut.