Erric Permana
27 September 2017•Update: 27 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo mengaku sudah mendapatkan laporan langsung dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengenai rencananya untuk maju kembali dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jawa Timur.
“Baru sedikit [pembicaraan dengan Mensos], yah artinya kan harus [ada surat] resminya,” ujar Jokowi, panggilan presiden, di Jakarta pada Rabu.
Meski secara lisan telah meminta izin, Jokowi mengatakan pengunduran diri menteri tersebut harus melalui surat resmi dan diberikan kepada dirinya.
“Sampai detik ini belum saya terima surat resmi [pengunduran diri Khofifah] di meja saya,” tambahnya.
Senada dengan presiden, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pun sudah mendapatkan laporan mengenai rencana Khofifah tersebut.
“Dia sudah lapor tapi tentu bagi saya, Ibu Khofifah sendiri bagaimana baiknya,” ujar Kalla di kantornya, Selasa lalu.
Wapres Kalla pun memastikan bakal mengganti posisi menteri sosial jika Menteri Khofifah sudah resmi maju dalam pemilihan kepala daerah di Jawa Timur. Dia juga mengisyaratkan akan ada perombakan menteri pada Oktober mendatang, seiring dengan tahapan persiapan Pilkada 2018 di bulan itu.
“Ya harus [mundur]. Kan tidak boleh, [menjadi] menteri sambil mencalonkan jadi gubernur,” tegas dia.
Isu Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa untuk mencalonkan diri pada Pilkada 2018 muncul setelah dia menyatakan minatnya untuk maju beberapa waktu lalu. Bahkan dirinya mengaku sudah bertemu dengan sejumlah partai politik.
Khofifah sendiri pernah mencalonkan diri dalam dua kali Pilkada Jawa Timur pada 2008 dan 2013 namun tidak berhasil.