Shenny Fierdha Chumaira
04 Januari 2018•Update: 04 Januari 2018
Shenny Fierdha Chumaira
JAKARTA
Kepolisian Daerah Papua akan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk mengimbau warga Papua agar menjaga keamanan dan ketertiban selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.
"Karena tokohlah yang banyak didengar oleh masyarakat, apalagi tokoh agama," kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar saat mengunjungi Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis.
Boy pun berharap warga Papua dapat mewujudkan Papua yang damai dan siapapun kepala daerah yang nanti terpilih, kedamaian tersebut akan terus ada.
Mengingat para pasangan calon kepala daerah di 171 daerah yang ikut Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 mulai melakukan pendaftaran pada 8-10 Januari pekan depan – termasuk di Papua – Boy mengatakan bahwa Polda Papua akan menjalin kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum untuk mengamankan rangkaian acara itu.
"Sudah jauh-jauh hari kita bertemu dengan para pasangan calon untuk tidak memobilisasi massa, dan agar para calon siap menang dan siap kalah. Damai," ujar Boy.
Polda Papua juga memastikan akan menjaga keamanan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berpotensi mengganggu keamanan di Papua menjelang dan saat Pilkada Serentak 2018.
"Kita akan kerahkan satuan tugas untuk mengeliminasi ancaman KKB," tutup Boy.
Pilkada Serentak 2018 akan digelar pada Juni 2018 dan diikuti oleh 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota.