Furkan Naci Top
25 Agustus 2018•Update: 26 Agustus 2018
Furkan Naci Top
ATHENA
Seorang mantan anggota parlemen oposisi Turki dari Partai Rakyat Demokrat (HDP) mengajukan permohonan suaka di Yunani pada Jumat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Anadolu Agency dari Kementerian Kebijakan Migrasi Yunani, mantan politikus HDP Leyla Birlik masuk ke Yunani secara ilegal dan dia dibawa ke markas besar polisi di Alexandroupolis.
Menurut kementerian, setelah diminta keterangannya, dia mengajukan permohonan suaka.
Birlik sebelumnya ditahan karena menjadi anggota kelompok teroris.
Dia dibebaskan pada 4 Januari 2017 di bawah kontrol peradilan, yang ia langgar dengan pergi ke Yunani.
Pada Mei, pengadilan Yunani memberikan suaka dan membebaskan delapan tersangka kudeta Turki yang melarikan diri ke Yunani setelah upaya tersebut digagalkan pada 15 Juli 2016.
Setelah pembebasan, para mantan tentara itu ditempatkan di area khusus yang dijaga oleh 80 personel polisi.
Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, melakukan upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016.
Kudeta itu menyebabkan 250 orang tewas dan hampir 2.200 orang terluka.
Pengadilan Yunani juga menolak permintaan ekstradisi Turki untuk enam teroris sayap kiri DHKP-C pada paruh pertama 2018.
DHKP-C bertanggung jawab atas sejumlah serangan teror di Turki, termasuk serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Ankara pada 2013 yang menewaskan seorang penjaga keamanan Turki.
Kelompok ini terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa.
Pejabat pemerintah Yunani, ketika ditanya mengenai ekstradisi mantan tentara telah berulang kali merujuk pada independensi peradilan dan ketidakmampuan mereka untuk ikut campur dalam prosesnya.