15 Juni 2018•Update: 16 Juni 2018
Etem Ceylan dan Nurhan Corlu
ISTANBUL
Perdana Menteri Binali Yildirim pada Kamis mengatakan bahwa masa darurat di Turki kemungkinan tidak akan diperpanjang.
“Masa darurat akan berakhir pada 17 atau 18 Juli. Saya rasa tidak akan diperpanjang lagi," kata Yildirim saat diwawancarai TRT Haber.
Turki memberlakukan masa darurat untuk pertama kalinya pada 20 Juli 2016 pasca percobaan kudeta oleh Organisasi Teroris Fetullah (FETO) yang menewaskan 250 orang dan menyebabkan hampir 2.200 lainnya luka-luka.
Pada bulan April, untuk ketujuh kalinya, pemerintah Turki kembali memperpanjang masa darurat selama tiga bulan.
Kemudian awal bulan ini, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pemerintah dapat mencabut status masa darurat setelah pemilihan umum.
Dalam siaran langsung di CNN Turk, Erdogan menjelaskan bahwa pemerintah akan segera mendiskusikan hal itu. "Perihal masa darurat akan segera dibicarakan dan dicabut usai pemilu," kata dia.
Parlemen Turki pada April meloloskan rancangan undang-undang untuk menggelar pemilihan umum lebih awal, yaitu 24 Juni.