Erric Permana
06 Oktober 2017•Update: 06 Oktober 2017
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto hari ini memanggil Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Direktur PT Pindad Abraham Mose, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo untuk membahas pengadaan senjata api.
Menteri Wiranto mengatakan, rapat ini dilakukan menyusul pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengenai pengadaan senjata api di luar TNI. Pernyataan itu, kata dia, menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat.
"Hari ini kita tuntaskan sesuai janji saya," ujar Menteri Wiranto di kantornya, Jumat.
Di dalam rapat itu nanti, Menteri Wiranto akan membahas mengenai aturan dan tata cara pengadaan senjata api oleh seluruh institusi agar tidak menimbulkan polemik kembali.
"Supaya semuanya bisa diatur dengan jelas," tambah dia.
Sebelumnya, pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmayanto memicu perdebatan panas di kalangan masyarakat. Saat bertemu dengan para purnawirawan jenderal beberapa waktu lalu, dia mengungkap ada institusi non-militer yang hendak mengimpor 5.000 pucuk senjata tanpa izin Mabes TNI.
Namun, Menkopolhukam Wiranto dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membantah pernyataan Gatot.
Setelah adanya bantahan itu, masyarakat dikejutkan dengan adanya impor senjata jenis grenade launcher milik Brimob Polri yang ditahan di Bandara Soekarno Hatta oleh Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS TNI) pada pekan lalu.
Ditahannya pengiriman senjata juga terjadi kembali pada pekan ini. Senjata milik Badan Nasional Narkotika (BNN) ditahan oleh pihak TNI di Bengkulu lantaran diduga tidak memiliki dokumen resmi.