Erric Permana
10 Agustus 2018•Update: 11 Agustus 2018
Erric Permana
JAKARTA
Partai Demokrat resmi memutuskan untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilu 2019 mendatang. Politisi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan keputusan itu diambil oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat pada Jumat siang.
“Baru saja Majelis Tinggi Partai Demokrat memutuskan untuk mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tentunya sebagai kader Partai Demokrat saya memberi dukungan demi kesuksesan dan kemenangan pasangan ini dalam kontestasi Pemilu 2019,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono di kediamannya pada Jumat.
Dia pun meminta maaf kepada sebagian masyarakat yang menginginkan dan mendorong dirinya menjadi calon wakil presiden karena gagal untuk maju. Dia pun mengaku telah berusaha semaksimal mungkin selama satu tahun setengah untuk mewujudkan hal tersebut.
“Saya menangkap ada rasa sedih kecewa dan marah dari sebagian, tapi kita menerima takdir dan ikhlas,” kata dia.
Sebelumnya, Partai Demokrat mengkritik keputusan Prabowo Subianto yang akan menunjuk Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden. Pertemuan koalisi antara Gerindra dan Demokrat yang akan membahas pengumuman nama pada 8 Agustus 2018 dibatalkan.
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief pun melontarkan pernyataan mengejutkan di akun Twitter pribadinya. Dia mengatakan Partai Demokrat menolak kedatangan Mantan Komandan Jenderal Kopasus itu.
"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus," cuit Andi Arief.
Dia menyebut bahwa Prabowo Subianto menunjuk wakil yang lemah untuk sengaja mengalah melawan Joko Widodo.