Shenny Fierdha Chumaira
05 April 2018•Update: 05 April 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi belum bisa memastikan apakah pembuat senjata rakitan yang ditangkap polisi pada Rabu terlibat dengan kelompok teroris tertentu atau tidak.
"Masih dalam penyelidikan, belum bisa kita pastikan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, motif pembuat senjata rakitan bernama Ahmad Rizki Amrillah tersebut masih didalami juga, apakah dia membuat senjata rakitan karena motif ekonomi atau karena motif lain.
Ahmad sendiri menjual senjata api rakitannya secara online melalui akun media sosial Facebook-nya seharga Rp 800.000.
Detasemen Khusus 88 Antiteror juga dilibatkan untul mencari tahu apakah Ahmad tergabung dengan kelompok teroris tertentu.
Namun, Setyo berpesan agar tidak buru-buru mengambil kesimpulan dengan mengatakan bahwa Ahmad ialah teroris.
"Jangan semua senjata api dianggap teror. Kalau jual beli senjata api belum tentu ada kaitannya dengan teror," tukas Setyo.
Selain itu, terkait suatu benda yang diduga bom yang juga ditemukan di kediaman Ahmad di Tangerang, dia juga mengatakan bahwa hal itu pun belum bisa dipastikan.
"Kita belum tahu apakah dia itu merakit bom atau tidak. Kita minta waktu untuk mendalami dulu," tutup Setyo.
Pada Rabu, Kepolisian Sektor Cipondoh menangkap Ahmad di Cipondoh, Tangerang, Banten, karena merakit senjata api.
Ahmad yang sudah ditetapkan sebagai tersangka mengaku belajar secara otodidak dari internet khususnya Youtube tentang cara merakit senjata api dan dalam setahun dia berhasil menjual sekitar 300 pucuk senjata api rakitan.
Ahmad masih ditahan di Kepolisian Sektor Cipondoh sampai sekarang.