Hayati Nupus
08 Oktober 2018•Update: 08 Oktober 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah mengerahkan 12 helikopter untuk mengirimkan logistik ke lokasi terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah yang terisolasi.
Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan tiga helikopter itu milik BNPB, lima unit milik TNI, tiga unit milik Palang Merah Indonesia dan satu unit milik Basarnas.
“Helikopter itu membawa logistik dan evakuasi medis ke tempat yang sulit terjangkau,” ujar Willem, Senin, di Jakarta.
Sejak Minggu kemarin, lanjut Willem, jalan protokol menuju daerah itu sudah dapat diakses menggunakan mobil kecil. Namun tim evakuasi gabungan tetap menggunakan helikopter untuk bantuan medis.
Willem mengatakan kondisi Sulawesi Tengah hari ini sudah lebih baik ketimbang tiga hari pertama setelah bencana itu terjadi.
Selama tiga hari pertama bencana itu, ujar Willem, Sulawesi Tengah kolaps.
“Tidak ada listrik, BBM susah, jalur seluler terkendala, sekarang sudah membaik, pemerintah mengerahkan segala sumber daya,” ujar Willem.
Meski begitu, kata Willem, gempa susulan masih terus terjadi dan sekitar 74.444 orang mengungsi. Mereka tersebar di 147 titik.
Umumnya pengungsi, lanjut Willem, tinggal di tenda secara berkelompok tak jauh dari rumah.
Namun, menurut Willem, sejauh ini kebutuhan makanan dan minuman terpenuhi.
Selain itu, tambah Willem, dari 33 rumah sakit, 14 di antaranya sudah berfungsi.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kata Willem, sudah membuatkan rumah sakit darurat agar pelayanan medis tetap dilakukan.
BNPB juga mencatat sejauh ini terdapat 65.733 unit rumah rusak. Rumah yang rusak berat akan diperbaiki pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Gempa bumi berkekuatan M 7,4 mengguncang Palu, Donggala dan Mamuju, Sulawesi Tengah, pada Jumat 28 September 2018 lalu, disusul oleh tsunami.