Erric Permana
14 November 2017•Update: 15 November 2017
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yakin ada oknum atau kelompok yang menjadi provokator sehingga terjadi penyanderaan terhadap seribuan warga di Tembagapura, Papua.
Meski demikian, dia tidak mau menyebutkan secara rinci siapa oknum tersebut.
“Pasti ada kan yang ngomporin, bangsa ini kan ada yang senang ada yang tidak senang,” ujar Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Kementerian Pertahanan pada Selasa.
Dia juga menilai bangsa Indonesia tidak kompak saat berhadapan dengan kelompok kriminal bersenjata di Papua. Menurutnya, seringkali aparat keamanan dituduh melanggar HAM ketika menindak kelompok itu.
“Dukunglah polisi dan tentara di sana, jangan ditakut-takutkan melanggar HAM,” kata dia.
Jika perlu, kata dia, pembebasan sandera tidak menggunakan senjata. Bahkan dia bersedia untuk ke Papua membebaskan 1300 warga di sana.
Sejak pekan lalu, 300 warga non-Papua di Desa Kimbely dan 1.000 penduduk asli Desa Banti, Tembagapura, Papua, dilarang bepergian keluar kampung oleh kelompok kriminal bersenjata.
Menurut versi Polri, ada tindak pemerkosaan oleh kelompok kriminal itu. Namun, menurut versi aktivis Papua dan warga di sana tidak ada tindakan pemerkosaan dan penyanderaan.