Nicky Aulia Widadio
05 Maret 2019•Update: 05 Maret 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Ribuan penduduk Kabupaten Nduga, Papua mengungsi untuk menghindari kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok bersenjata Egianus Kogoya.
Sekretaris Eksekutif Yayasan Teratai Hati Papua, Ence Geong menuturkan ada sekitar 2.000 pengungsi dari Nduga di Wamena dan 610 orang di antaranya merupakan pelajar.
Jumlah pengungsi, kata dia, terus bertambah sejak kasus penembakan pekerja Trans Papua dan dimulainya operasi Polri-TNI mengejar kelompok Egianus Kogoya pada Desember 2018.
Para pengungsi dari Nduga itu kini menumpang di rumah keluarga atau kerabat mereka di sekitar Wamena.
“Setiap rumah menampung banyak pengungsi dan kini sudah tiga bulan. Masyarakat sudah mengeluh kesulitan makanan,” ujar Ence ketika dihubungi, Selasa.
Ence mengatakan pihaknya hanya bisa memfasilitasi para pengungsi usia pelajar dengan mendirikan sekolah darurat.
Jumlah pelajar bertambah drastis dari 421 orang menjadi 610 orang pada Jumat lalu setelah kontak tembak antara Brimob dengan kelompok Egianus Kogoya pada Selasa lalu.
Ence mengatakan anak-anak yang mengungsi juga mengalami trauma.
Kontak tembak terjadi di Distrik Yigi setelah kelompok bersenjata menembak tiga kali ke arah personil Brimob.
Selanjutnya pada Rabu 27 Februari, kelompok bersenjata membakar satu unit ekskavator milik PT Istaka Karya, kontraktor proyek Trans Papua dan melepas tembakan sebanyak dua kali.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengklaim situasi di Nduga saat ini telah berangsur pulih dan masyarakat setempat telah kembali ke rumah-rumah mereka.
“Situasi berangsur cukup baik, kekuatan Polri dan TNI di Nduga cukup mengantisipasi serangan yang ada,” kata Dedi.
Asisten Operasional Kapolri Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi mengatakan dalam operasi pengejaran, Polri telah berhasil menguasai beberapa wilayah yang selama ini dikuasai oleh kelompok bersenjata.
“Beberapa wilayah yang selama ini dikuasai KKB (kelompok kriminal bersenjata) sudah kita kuasai kembali,” ujar Rudy.
Namun, Polri masih belum menangkap satu pun pelaku penembakan pekerja PT Istaka Karya.
Rudy menegaskan operasi pengejaran kelompok Egianus Kogoya akan terus dilakukan dalam rangka penegakan hukum.
“Kita belum berhasil menangkap KKB yang ada di sana, tapi kita berupaya melakukan pengejaran,” tutur dia.
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui juru bicara mereka, Sebby Sambom, beberapa waktu lalu mengultimatum akan menembaki para pendatang dan orang-orang non-Papua yang berada di Nduga.
Mereka menuding orang-orang non-Papua di Nduga sebagai mata-mata TNI dan Polri.