05 Agustus 2017•Update: 07 Agustus 2017
Erric Permana
JAKARTA
Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian memastikan dirinya tidak akan ikut dalam panggung politik pada 2019 mendatang. Hal ini disampaikan salah satu petinggi Polri, Jumat, menyusul beredarnya kabar mengenai Tito yang akan pensiun dini dari jabatannya untuk masuk dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
“Saat ini justru [Tito] tetap fokus pada tugasnya sebagai Kapolri. Tito sendiri menyatakan bahwa tidak tertarik untuk masuk dalam dunia politik,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Martinus Sitompul.
Menurut Martinus, tugas sebagai Kapolri saat ini sangat berat dan tidak akan terpancing dengan arena politik. Bahkan kata dia, Tito lebih tertarik pada duni edukasi dibandingkan menjadi politisi.
“Tito terlihat lebih tertarik untuk menjadi seorang pengajar,” tambahnya.
Martinus juga meminta kepada semua pihak untuk tidak lagi membawa nama Tito ke dunia politik. Baru-baru ini, beberapa pihak menyandingkan nama Tito sebagai Calon Wakil Presiden, bersandingan dengan Joko Widodo pada Pilpres 2019.
“Ada baiknya jika pihak-pihak menahan diri untuk tidak membawa nama Tito Karnavian ke panggung politik. Tugas Tito Karnavian sebagai Jendral bintang empat Polri cukup berat. Pilihannya untuk tetap mengabdi membawa Polri lebih baik harus dihargai,” jelasnya.
Kisruh ini bermula saat pada Hari Bhayangkara awal Juli lalu, Tito menyampaikan keinginannya untuk pensiun dini dari jabatannya yang habis pada 2022 mendatang. Dia mengatakan keinginan pensiun tersebut lantaran banyak persoalan Indonesia yang harus dihadapi sebagai Kapolri, yang membuat pikirannya stress.