Abdullah Asiran
24 Desember 2017•Update: 27 Desember 2017
Abdullah Asiran
DEN HAAG, Belanda
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte telah menunjukkan keinginannya untuk memperbaiki ‘hubungan dingin’ antara negaranya dengan Turki.
"Menurut saya adalah hal baik jika hubungan [dengan Turki] diperbaiki. Turki merupakan mitra NATO," kata Rutte dalam sebuah wawancara dengan harian Belanda De Telegraaf.
Rutte mengatakan dirinya dan Presiden Recep Tayyip Erdogan duduk bersama dalam puncak G20 di Hamburg pada Juli namun mereka tidak bicara satu sama lain.
Namun, kata Rutte, komunikasi tingkat menteri antara Turki dengan Belanda tetap ada.
Hubungan antara Turki dengan Belanda melemah jelang referendum pada 16 April lalu di Turki. Kala itu otoritas Belanda membatalkan izin terbang pesawat yang membawa Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada 11 Maret.
Pemerintah Belanda juga sempat mengusir Menteri Keluarga dan Sosial Fatma Betul Sayan Kaya dari Rotterdam, dan menghalangi dia untuk berkomunikasi dengan komunitas Turki di Belanda menjelang referendum.