Shenny Fierdha Chumaira
09 Maret 2018•Update: 10 Maret 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Pemerintah pastikan sarana dan prasarana untuk pertandingan olahraga internasional yang diikuti oleh atlet penyandang disabilitas di Asia, Asian Para Games 2018, lancar dan tidak bermasalah.
"Insya Allah tidak terkendala terkait sarana dan prasarananya," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani usai menggelar Rapat Tingkat Menteri guna membahas persiapan pelaksanaan Asian Para Games 2018 di Jakarta, Jumat.
Para atlet difabel yang akan berkompetisi dalam ajang tersebut akan menginap di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, dan fasilitas di wisma itu sendiri akan diperbaiki.
"Ada lima tower di Wisma Atlet Kemayoran yang akan kita pakai dan fasilitas pendukungnya akan disesuaikan untuk para atlet, misalnya liftnya akan kita tambah supaya atlet berkursi roda bisa mengakses lift dengan mudah," jelas Menteri Puan.
Selain itu, dia juga menyatakan bahwa venue pertandingan Asian Para Games 2018 akan bertempat di Jakarta saja agar para atlet tidak merasa terbebani jika harus berpindah-pindah lokasi venue.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan sudah bersiap menyambut acara.
"Kami sudah persiapkan tim kesehatan, kepala pelayanan kesehatan, ambulans, sistem rujukan," tutur Menteri Nila.
Dalam rangka menguji coba fasilitas pertandingan, akan digelar pula test event pada 30 Juni sampai 3 Juli 2018 yang akan melibatkan beberapa cabang olahraga.
"Yaitu basket, renang, tenis meja, atletik," tukas Ketua Umum Indonesian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengaku yakin Indonesia bisa tampil cemerlang.
"Target kita masuk sepuluh besar di Asian Para Games 2018 nanti pasti bisa tercapai," tutup Menteri Imam.
Asian Para Games 2018 yang ketiga ini akan dilaksanakan pada 6-13 Oktober 2018 di Jakarta dan akan diikuti oleh sekitar 3.000 orang atlet difabel dari 43 negara yang tergabung dalam Asian Paralympic Committee seperti Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, dan Singapura yang akan bersaing dalam 18 cabang olahraga antara lain panahan, badminton, dan sepeda.