Erric Permana
02 Oktober 2018•Update: 02 Oktober 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Indonesia Joko Widodo meminta pejabat pemerintah mempersiapkan pelaksanaan ajang olahraga Asian Para Games 2018 yang akan berlangsung pada 6 Oktober mendatang.
Dalam rapat terbatas mengenai persiapan Asian Para Games 2018 di Istana Negara pada Selasa, Presiden Joko Widodo meminta agar suksesnya Asian Games 2018 lalu bisa dimanfaatkan oleh penyelenggara Asian Para Games 2018.
“Persiapan venue maupun non venue yang akan digunakan selama Asian Para Games dan juga persiapan pelaksanaan teknis pelaksanaan, baik yang berkaitan dengan acara, dengan pertandingan, juga nantinya penutupan,” kata Joko Widodo pada Selasa.
Sebagai tuan rumah, kata dia, Indonesia harus bisa memberikan pelayanan yang baik kepada atlet disabilitas dari negara-negara di Asia.
Indonesia pada 6-13 Oktober mendatang menjadi tuan rumah pesta olah raga kaum disabilitas untuk pertama kalinya. Ini adalah penyelenggaraan Asian Para Games ketiga, setelah pada 2014 digelar di Incheon, Korea Selatan, dan pada 2010 di Guangzhou, Tiongkok.
Ajang ini diikuti 43 National Paralympic Committe (NPC), dengan jumlah peserta sebanyak 3.589 atlet, 983 ofisial, 18 cabang olahraga, yang terdiri atas 588 nomor pertandingan, 19 venue atau arena.
Jumlah arena tersebar di tiga lokasi, yakni delapan di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta, 10 arena di Jakarta, dan satu di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Diharapkan, Asian Para Games nanti bakal semeriah Asian Games karena bakal diliput 590 media, didukung dengan 2.500 kamar wisma atlet, dan 6.500 relawan.
Cabang olah raga yang dipertandingkan antara lain panahan, atletik, badminton, boccia, bowling, catur, balap sepeda, goal ball, judo, bowling lapangan, angkat besi, shooting, renang, tenis meja, voli duduk, basket kursi roda, panahan kursi roda, dan tenis kursi roda.