Ayse Sensoy Boztepe, Duygu Yener
22 Februari 2018•Update: 23 Februari 2018
Ayse Sensoy Boztepe, Duygu Yener
ANKARA
Perdana Menteri Turki pada Rabu mengatakan bahwa teroris-teroris di Afrin akan mendapatkan "hukuman yang pantas mereka dapatkan".
"Melalui Operasi Ranting Zaitun, kita akan menghilangkan ancaman yang diarahkan ke perbatasan selatan kita. Operasi berjalan dengan kecepatan penuh, seperti yang direncanakan. Front-front yang dibentuk pahlawan-pahlawan (tentara Turki) di sekitar Afrin telah mulai bersatu,"
"Dalam waktu dekat, para teroris di seluruh Afrin akan diberi hukuman yang pantas mereka dapatkan. Ratusan ribu orang yang tinggal di sana akan diselamatkan dari kekejaman," kata Yildirim, dalam pertemuan Pengenalan Rencana Pembangunan ke-11 di ibu kota Ankara.
Yildirim mengatakan bahwa perjuangan Turki melawan organisasi teroris dan perpanjangan tangannya akan berlangsung hingga "masalah teror" berakhir di dalam maupun di luar negeri.
"Serangan teroris yang paling keji pun tidak dapat merusak produksi, perkembangan dan stabilitas kita," tegas dia
Pada 20 Januari lalu, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Sejak operasi dimulai, kelompok teroris telah meluncurkan sejumlah serangan lintas batas ke Turki dengan menembakkan roket dan peluru mortir ke lingkungan sipil.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.