Shenny Fierdha Chumaira
28 November 2017•Update: 28 November 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan bahwa polisi akan meningkatkan pengamanan di lima daerah rawan konflik saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.
Kelima daerah yang dimaksud ialah Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua.
"Kelimanya memiliki potensi kerawanan yang tinggi," kata Setyo di Jakarta, Senin.
Untuk mencegah timbulnya kecurangan yang bisa berujung kerusuhan saat Pilkada Serentak 2018 nanti, Setyo mengatakan bahwa polisi akan mengawal ketat surat suara, mulai dari dicetak sampai didistribusikan ke tempat pemungutan suara.
"Saat pemungutan suara nanti, polisi akan menerjunkan personel sebanyak dua per tiga kekuatan," kata Setyo.
Selain itu, Setyo menegaskan bahwa polisi pun akan memantau media sosial dengan lebih ketat mengingat media sosial rawan menjadi tempat penyebaran isu berbau suku, agama, ras, antargolongan (SARA) atau bahkan berita palsu (hoax) yang dapat memanaskan suasana Pilkada Serentak 2018.
"Kita akan lebih mengawasi Facebook, Instagram, dan Twitter," kata Setyo.
Setyo mengatakan bahwa Direktorat Tindak Pidana Kejahatan Siber Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia akan terus memantau aktivitas di dunia maya 24 jam setiap harinya untuk memastikan tidak ada oknum tak bertanggung jawab yang menyebarkan berita meresahkan di media sosial.
Pilkada Serentak 2018 akan digelar di 171 daerah dan pencoblosan akan dilangsungkan pada Juni 2018.