Shenny Fierdha Chumaira
29 Desember 2017•Update: 30 Desember 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat angka kecelakaan lalu lintas pada 2017 menurun.
"Faktor manusia dan faktor kualitas kendaraan masih menjadi dua penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas," kata Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian dalam acara konferensi pers mengenai catatan akhir tahun polisi di Jakarta, Jumat.
Menurut polisi angka kecelakaan tahun ini turun sebanyak 6 persen, yaitu 98.419 kecelakaan. Sementara tahun sebelumnya angka kecelakaan adalah 105.374 kasus.
Faktor manusia seperti mengantuk atau ketidakcakapan pengemudi menjadi faktor nomor satu dalam penyebab kecelakaan, yakni sebanyak 35 persen.
Sedangkan faktor kedua ialah faktor kualitas kendaraan misalnya rem blong dengan persentase sebesar 31 persen.
Jumlah korban kecelakaan juga menurun meskipun tidak signifikan di 2017, dimana ada 24.213 orang tewas karena kecelakaan, sementara tahun sebelumnya angka korban tewas mencapai 25.859 orang.
Sepeda motor paling sering kecelakaan
Sepanjang 2017, sepeda motor masih menjadi jenis kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan lalu lintas yakni sebanyak 73 persen.
Setelah sepeda motor, kendaraan pengangkut barang (11 persen), bis (9 persen) kendaraan pengangkut penumpang (4 persen) dan sepeda (2 persen) juga masuk dalam kategori kendaraan terlibat dalam kecelakaan.
Angka tilang meningkat
Menurut Tito, cara polisi menekan angka kecelakaan lalu lintas adalah dengan memperbanyak tilang dan teguran terhadap terhadap pengendara yang dirasa ceroboh dan membahayakan.
Tilang dan teguran dimaksudkan untuk memberi efek jera kepada pengendara agar lebih berhati-hati.
Angka tilang dan teguran dilaporkan meningkat. Kalau pada 2016 terdapat 6.272.375 penilangan dan ada 2.225.404 teguran, kini tahun 2017 angka tilang mencapai 7.470.611 penilangan dan 3.044.473 teguran.