Erric Permana
10 Agustus 2018•Update: 11 Agustus 2018
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah belum menyatakan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai Bencana Nasional. Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi menyangkal Presiden RI Joko Widodo telah memutuskan menjadikan bencana Lombok tersebut sebagai Bencana Nasional dalam rapat terbatas di Kantor Presiden pada Jumat.
Namun, dia memastikan nantinya penanganan bencana tersebut akan dibantu oleh Pemerintah Pusat.
“Kita kerahkan banyak Basarnas di sana. Yang personel asli dari Mataram 120 orang, kita dukung ada dari Kupang, Bali, Surabaya, dan kantor pusat. Totalnya ada 320 orang untuk evakuasi. Kita kerahkan helikopter kita sejak hari kedua. Kita sudah all out di sana,” ujar Syaugi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dia juga memastikan saat ini Pemerintah Indonesia belum memerlukan bantuan pencarian korban dari negara lain. Menurut dia, Basarnas masih bisa melakukan pencarian. Namun, bila ada bantuan dalam bentuk lain, dia menyarankan untuk diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kita tidak ada masalah apalagi sekarang sudah ada alat berat. 10-12 alat berat baru datang di hari ketiga. Karena gedung runtuh kita cari pakai tangan tidak bisa. Harus pake alat berat,” tambah dia.
Syaugi menambahkan, korban meninggal hingga saat ini mencapai 367 orang dan kemungkinan bisa bertambah. Dia pun mengatakan telah mengevakuasi korban meninggal hingga mencapai 257 korban.
Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mencatat ada sekitar 22.721 rumah yang rusak.
“Rusak ringan 12.278, sedang 723, dan berat 9220. Berarti sudah ambrol semua kalau ringan mungkin masih berani orang tinggal,” kata Basuki di Kantor Presiden, Jakarta.