Megiza Soeharto Asmail
31 Juli 2018•Update: 01 Agustus 2018
Megiza Asmail
JAKARTA
Sebanyak 723 warga negara asing yang berada di Gunung Rinjani pada saat gempa menguncang Lombok pada Minggu (27/7) lalu, saat ini sudah dipastikan turun. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan ratusan orang tersebut dan juga 368 warga Indonesia lainnya telah dievakuasi.
"Sudah tidak ada pendaki WNA di Gunung Rinjani. Mereka sudah selamat," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa.
Dengan demikian, imbuh Sutopo, jumlah pendaki yang sudah turun dari tanggal 29 Juli hingga 31 Juli 2018 per pukul 11.36 WITA berjumlah 1.091 jiwa (1.090 orang selamat dan satu orang meninggal) dunia).
Sutopo menambahkan, tiga orang pendaki atas nama Suharti, Erlin Halimatussadiyah, dan M. Bagus Novandi dievakuasi menggunakan heli pada Selasa pagi sekira pukul 09.39 WITA.
Menggunakan helikopter milik PT. AMNT jenazah tiba di Posko Lapangan Camat Sembalun dan dibawa ke RS Bhayangkara, Mataram, pada pukul 11.25 WITA.
Sedangkan jenazah WN Malaysia bernama Siti Nur Ismawida Ismail diterbangkan dari Lombok ke Jakarta dan dilanjutkan ke Malaysia. Jenazah diperkirakan tiba di KLIA pada pukul 17.00 waktu setempat.
"Dibawa menggunakan pesawat Kargo Garuda. Pemerintah Malaysia mengapresiasi perlakuan kita terhadap warga negaranya karena diperlakukan dengan baik," sebut Sutopo.
BNPB mencatat hingga hari ini korban meninggal dunia dari gempa 6.4 SR yang mengguncang Lombok mencapai 17 orang. Dampak paling parah dari gempa tersebut dialami di Lombok Timur dan Lombok Utara. Untuk korban luka-luka tercatat sebanyak 401 jiwa, sedangkan pengungsi yang tersebar di 13 titik mencapai 10.062 jiwa.