29 Juli 2018•Update: 30 Juli 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengabarkan korban gempa 6,4 SR yang mengguncang Lombok pada Minggu pagi kini telah mencapai 14 korban jiwa.
Data sementara berdasarkan laporan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, tercatat 14 orang meninggal dunia, 162 jiwa luka-luka dan ribuan unit rumah rusak.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dampak terparah dari gempa terdapat di Kabupaten Lombok Timur.
“Di Kabupaten Lombok Timur terdapat 10 orang meninggal dunia,” ungkap dia.
Sebanyak 67 orang mengalami luka berat di Lombok Timur dan ratusan jiwa luka sedang dan luka ringan.
Kerusakan rumah mencapai lebih dari 1.000 unit, baik rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Pendataan hingga kini masih dilakukan.
Kemudian Di Kabupaten Lombok Utara terdapat 4 orang meninggal dunia dan 38 jiwa luka berat.
12 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, 15 orang di Postu Sambikelen, 1 orang di RSUD Tanjung, dan 10 orang di Puskesmas Anyar.
“Data sementara kerusakan rumah terdapat 41 unit rusak berat, 74 unit rusak sedang dan 148 unit rusak ringan. Sebanyak 6.237 KK terdampak gempa,” ungkap Sutopo.
Beberapa laporan kerusakan rumah juga terdapat di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Mataram. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD.
Sementara itu, Sutopo mengatakan berdasarkan laporan BMKG mencatat telah terjadi 124 kali gempa susulan. Gempanya dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami.
Secara umum infrastruktur seperti komunikasi, jalan, listrik, dan lainnya menurut dia masih baik.