İqbal Musyaffa
10 Maret 2018•Update: 11 Maret 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Presiden Joko Widodo dalam acara rapat pimpinan nasional Partai Demokrat di Bogor, Sabtu, mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus membangun kedewasaan berpolitik.
“Etika berpolitik, tata krama dalam berpolitik, dan juga keadaban dalam berpolitik harus dibangun,” kata Presiden.
Meskipun demokrasi di Indonesia menurut Presiden sudah cukup baik, namun harus terus diperbaiki melalui pembebasan kehidupan berpolitik.
Reformasi politik menurut dia tidak cukup hanya sampai pada dimensi sistem ketatanegaraan dan proses pemilu yang adil saja.
“Kita harus buat demokrasi lebih dirasakan oleh rakyat. Yaitu demokrasi yang lebih menyejahterakan rakyat, yang lebih memakmurkan rakyat,” ujar Presiden.
Presiden menegaskan bahwa hal tersebut menjadi agenda penting dalam pembangunan politik Indonesia dengan menjunjung tinggi etika dan adab dalam kontestasi pilkada, pileg, dan pilpres.
“Kontestasi harus saling menghargai, menghormati, tidak saling mencela, dan mencemooh,” tegas Presiden Joko Widodo.
Dalam proses kontestasi politik, adanya adu ide, program, dan gagasan, serta perbedaan pendapat menurut Presiden merupakan hal yang biasa. Namun, tetap harus menjunjung tinggi adab ketimuran dan sopan santun
“Persatuan dan persaudaraan harus selalu diutamakan dan kita para politikus harus berikan teladan pada masyarakat luas dan generasi muda kita,” pesan Presiden.