Erric Permana
09 Maret 2018•Update: 09 Maret 2018
Erric Permana
JAKARTA
Politisi Senior Partai Golkar Fahmi Idris menyebut Presiden RI Joko Widodo membuka diri untuk berdampingan kembali dengan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden pada Pemilu 2019 mendatang.
Bahkan kata dia, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri juga menyatakan akan meninjau kembali opsi untuk memasangkan Jokowi dengan JK, sapaan pasangan presiden-wakil presiden ini.
"Artinya mau dicalonkan kembali lah intinya," ujar Fahmi Idris di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan pada Jumat.
Menurut dia, saat ini keputusan majunya JK menunggu dari Mahkamah Konstitusi lantaran adanya UU yang mengatur mengenai larangan presiden dan wakil presiden menjabat lebih dari dua periode.
"Subjek pada keputusan MK kan begitu. Tidak otomatis kalau maju langsung diproses oleh KPU dan sebagainya. Masih menunggu itu," tambah dia
Sebelumnya, nama JK masih digadang-gadang oleh berbagai lembaga survei untuk kembali menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2019. JK dianggap tokoh yang mewakili Islam, luar Jawa, dan menjadi penyeimbang dalam politik nasional.
Beberapa nama lain yang juga diperkirakan bakal menjadi cawapres adalah Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, Sri Mulyani, Airlangga Hartato, Moeldoko, dan Susi Pudjiastuti.
Dari sekian banyak nama, hanya Ketua Umum PKB Muhaimmin Iskandar yang sudah terang-terangan membidik kursi Calon Wakil Presiden.