Maria Elisa Hospita
07 April 2018•Update: 09 April 2018
Maria Elisa Hospita
JAKARTA
Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa perayaan Nyepi tahun ini terasa sangat istimewa bagi umat Hindu karena bertepatan dengan hari suci Saraswati, yaitu hari ilmu pengetahuan.
“Pada saat Nyepi, umat Hindu lebih banyak melakukan kontemplasi diri sebagai upaya pembersihan diri dan alam semesta. Bertepatan dengan hari suci Saraswati, umat Hindu diajak untuk menyadari betapa pentingnya ilmu pengetahuan untuk mencapai kemuliaan hidup, karena pengetahuan adalah kekayaan tertinggi,” kata Jokowi, saat acara Dharma Santi Nasional Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1940, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu.
Menurut presiden, kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi untuk mencapai kemuliaan hidup tidak hanya menjadi inspirasi bagi umat Hindu, tetapi juga seluruh elemen bangsa dan negara.
Dia mengajak umat Hindu untuk tidak terlena karena mendapatkan anugerah sumber daya alam yang berlimpah, namun justru mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan global, temasuk revolusi industri 4.0 dan inovasi teknologi yang berubah dengan cepat.
“Tantangan global mengharuskan umat Hindu untuk semakin cerdas, kreatif, dan inovatif dalam merespon perubahan, sehingga siap untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda yang menentukan masa depan kita,” tambah Jokowi.
Untuk memaknai hari Nyepi yang memberikan inspirasi untuk selalu menjaga keharmonisan sebagai jalan menuju kebahagiaan, Jokowi juga mengajak umat Hindu untuk menjaga keharmonisan dengan sesama dan alam lingkungan sekitar sebagai perwujudan Srada Bhakti pada Tuhan.
“Umat Hindu selalu diajak memegang teguh ajaran Wasudewa Kutum Bhakam, yang menekankan arti penting dari persaudaraan karena kita semua berasal dari sumber yang sama, yaitu Tuhan Yang Maha Esa,” kata pemimpin negara.
Jokowi mengingatkan bahwa kemajemukan bangsa Indonesia seharusnya tidak menjadi penghalang bagi semua umat untuk hidup rukun dalam keharmonisan.
“Perbedaan bukan penghalang untuk hidup saling menghormati dan tolong-menolong, dan membantu solidaritas sosial yang kuat,” kata dia lagi, sambil menekankan bahwa perbedaan tidak harus diseragamkan ataupun ditiadakan.
Presiden meyakini bahwa Indonesia akan terus berdiri kokoh sampai berwindu-windu lamanya asalkan semua elemen bangsa bersatu.
“Saya optimistis kita bisa bersatu menghadapi kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan, bersatu untuk menjadikan negara ini menjadi negara pemenang, negara maju, negara yang berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya,” ujar dia.