Maria Elisa Hospita
07 April 2018•Update: 09 April 2018
Maria Elisa Hospita
JAKARTA
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia Ignasius Jonan berkunjung sekaligus meresmikan sejumlah sumur bor air tanah di Jawa Timur.
“Ini adalah salah satu lokasi dari 53 sumur bor yang diresmikan hari ini. 53 sumur dibangun di 18 kabupaten atau kota yang kesulitan air bersih dengan menggunakan biaya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017,” kata Ignasius Jonan saat berada di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Desa Suci, Jember, Jawa Timur, pada Sabtu.
Sumur bor yang dibiayai oleh APBN memiliki kedalaman sekitar 125 meter dengan debit air 2 liter per detik. Satu sumur bor dapat digunakan hingga lebih dari 2.000 orang.
“Pemanfaatan APBN harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah. APBN adalah uang rakyat, jadi harus kembali ke rakyat,” ujar Jonan.
Selama 12 tahun terakhir, Kementerian ESDM telah membangun 1.728 sumur bor air tanah yang dapat melayani sekitar 5 juta jiwa, termasuk 53 sumur baru di Jawa Timur untuk melayani 120.000 jiwa.
Untuk tahun ini, pemerintah berencana untuk membangun sumur baru di 550 lokasi, termasuk 78 lokasi di Jawa Timur.
“Kami sering kesulitan air, dan harus jalan kaki sejauh 2 kilometer untuk mandi. Apalagi untuk wudhu, kami harus mencari air dulu. Air dari pegunungan tidak cukup dan hanya bertahan 9 jam karena dipakai anak-anak sekolah,” ungkap Abdullah, pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Ulum.
Dengan kehadiran sumur bor air tanah, kini Pesantren Raudlatul Ulum dapat melayani kebutuhan air bersih bagi 350 santri dan masyarakat setempat yang mencapai sekitar 1.400 jiwa.