Erric Permana
25 April 2018•Update: 25 April 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo mengakui bertemu dengan tokoh alumni gerakan 212 di Istana Bogor, Jawa Barat pada Minggu kemarin.
"Ya, mengenai pertemuan hari Minggu, saya kan hampir tiap hari, hampir tiap minggu, baik ke pondok pesantren, bertemu dengan ulama, juga mengundang ulama datang ke istana," ujar Joko Widodo di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu.
Menurut dia, pertemuan itu dilakukan untuk menyambung tali silaturahmi dengan para tokoh dan ulama.
"Menjalin persaudaraan, menjalin ukhuwah di antara kita. Dalam rangka menjaga persaudaraan, menjaga persatuan," tambah Jokowi, sapaan akrab presiden.
Dia berharap, dengan pertemuan itu permasalahan yang ada di masyarakat bisa diselesaikan.
"Dengan beriringnya antara ulama dan umaro, kita dapat menyelesaikan banyak masalah, banyak problem, persoalan yang ada di umat," jelas Jokowi lagi.
Jokowi mengatakan, pertemuan diawali dengan Shalat Zuhur berjamaah dan makan siang bersama.
Sebelumnya, foto pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan sejumlah tokoh alumni gerakan 212 beredar. Di dalam foto itu sejumlah tokoh berjalan bersama dan berbincang dengan Presiden.
Ada enam tokoh yang terlihat dalam foto, di antaranya Ketua Umum PA 212 Ustaz Slamet Maarif, Sekjen FUI KH Muhammad Al-Khaththath dan Ketua Umum FPI KH Ahmad Sobri Lubis.
Disebut-sebut, dalam pertemuan itu para tokoh menyampaikan kritik mengenai janji Presiden RI Joko Widodo untuk tidak melakukan kriminalisasi terhadap sejumlah tokoh Alumni 212, salah satunya kasus yang menimpa Ketua FPI Habib Rizieq Shihab.