Erric Permana
25 September 2018•Update: 26 September 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo optimistis penerbitan 9 juta sertifikat hak atas tanah rakyat akan tercapai pada tahun depan.
"Tahun depan 9 juta sertifikat harus keluar. Saya yakin, Insya Allah bisa. Kita ini kalau sudah dikejar, diberi target, nyatanya juga bisa," kata Presiden di Bogor, Jawa Barat, Selasa.
Presiden Jokowi mengatakan diperlukannya penerbitan sertifikat tersebut karena ada sekitar 80 juta bidang yang belum tersertifikasi.
"Setiap tahun kita ini hanya keluar sertifikat 500-600 ribu di seluruh tanah air. Saya hitung kalau setahun hanya 500 ribu sementara masih kurang 80 juta berarti Bapak/Ibu harus menunggu 160 tahun," ucap dia.
Presiden pun hari ini menyerahkan langsung 7.000 sertifikat hak atas tanah rakyat kepada warga Bogor.
Sebanyak 4.000 sertifikat diberikan kepada warga Kota Bogor dan 3.000 sertifikat diserahkan untuk warga Kabupaten Bogor.
Dengan percepatan penerbitan sertifikat ini, Presiden Jokowi berharap agar keluhan mengenai sengketa tanah yang sampai kepadanya akan jauh berkurang. Selain itu, Kepala Negara juga menyadari proses pembuatan sertifikat selama ini yang cukup berbelit bahkan dimintai pungutan.
"Enggak ada lagi pungutan di sana sini. Saya tahu. Saya pernah jadi rakyat, saya pernah mengurus sertifikat. Jadi saya merasakan," kata dia.