Erric Permana
03 Januari 2019•Update: 03 Januari 2019
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Joko Widodo berjanji bahwa pemerintah akan membangun kembali rumah warga yang rusak akibat bencana tsunami di Selat Sunda.
Saat melakukan peninjauan bencana langsung di Provinsi Lampung, kemarin, Jokowi – sapaan akrab Presiden – juga menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penanganan cepat bagi para korban di Lampung Selatan.
"Tadi rakyat meminta agar segera rumahnya dibangun. Kita akan masuk ke situ, ke tahap rekonstruksi dan pembangunan. Tidak ada hunian sementara. Jadi langsung akan dibangun rumah," ujar Joko Widodo pada Rabu.
Presiden mengatakan bahwa pemerintah akan sekaligus melakukan relokasi terhadap wilayah hunian milik warga yang akan segera dibangun itu.
Lahan seluas 2 hektare berjarak kurang lebih 400 meter dari lokasi semula telah disiapkan sebagai lokasi hunian baru yang relatif lebih aman dari bencana serupa.
Menurut dia, penataan tata ruang terutama bagi wilayah-wilayah yang berada di sekitar garis pantai sudah mendesak untuk dilakukan.
Jokowi mengatakan untuk mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa akibat bencana salah satunya dapat dilakukan dengan penataan tata ruang itu.
"Kita tidak hanya berbicara sekarang, tidak hanya berbicara 5 tahun ke depan, tidak hanya berbicara 10 tahun ke depan. Tapi berbicara 20, 30, atau 50 tahun ke depan," tutur dia.
Selain penataan tata ruang, mitigasi bencana juga dilakukan dengan meningkatkan kesadaran dan bimbingan kepada masyarakat terkait dengan penanggulangan bencana sedari dini.
Untuk itu, pemerintah sudah menyiapkan agar kurikulum terkait kebencanaan untuk masuk ke dalam pendidikan siswa dan masyarakat.
"Pendidikan mengenai kebencanaan akan dimulai di bulan Januari ini baik di tingkat sekolah maupun di tingkat masyarakat. Terutama memang daerah-daerah yang kemungkinan adanya bencana itu besar, baik tanah longsor, gempa, atau tsunami. Semua akan dimulai," ucap Presiden.
Di Desa Way Muli, Kepala Negara meninjau kondisi hunian warga dan fasilitas umum yang rusak pasca-bencana dengan didampingi oleh sejumlah menterinya.
Di Lampung Selatan sendiri, berdasarkan informasi yang didapat Presiden, tercatat sebanyak 118 orang meninggal sementara 490 rumah mengalami kerusakan akibat bencana tsunami beberapa waktu lalu.
Banyaknya korban jiwa tersebut disinyalir karena rumah-rumah warga yang sebagian besar berada tepat di bibir pantai.