Cansu Dikme
02 Februari 2018•Update: 02 Februari 2018
Cansu Dikme
ANKARA
Presiden Turki dijadwalkan akan melakukan kunjungan resmi ke Vatikan dan Roma pada 4-5 Februari, menurut pernyataan yang dirilis kantor berita kepresidenan Turki pada Kamis.
Menurut pernyataan tersebut, Presiden Recep Tayyip Erdogan akan bertemu dengan Paus Fransiskus serta sekretaris negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin.
Mereka diperkirakan akan membahas hubungan bilateral, perkembangan terbaru mengenai Yerusalem, isu-isu regional, tragedi kemanusiaan di Suriah, perang melawan terorisme, xenofobia, dan Islamofobia.
Bersama Erdogan, Paus Fransiskus menjadi pemimpin dunia yang paling menonjol dalam mengkritik keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada bulan Desember lalu.
Kunjungan Erdogan akan menjadi kunjungan kepresidenan Turki pertama ke Vatikan dalam 59 tahun terakhir.
Setelah kunjungan ke Vatikan, Erdogan akan bertemu dengan Presiden Italia Sergio Mattarella dan Wakil Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni dalam sebuah acara makan siang bersama di Roma.
Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin akan membahas kerja sama di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, dan industri pertahanan.
Mereka juga diperkirakan akan membahas perkembangan terakhir di Suriah, Irak dan Lebanon, Yerusalem, hubungan Turki-Uni Eropa, kerja sama melawan terorisme dan migrasi tidak teratur.
"Mitra strategis dan sekutu kami Italia, di mana kami hubungan kami berlangsung baik, juga merupakan salah satu mitra ekonomi terkemuka negara kami. Presiden Erdogan juga diperkirakan dapat menerima para eksekutif perusahaan terkemuka Italia selama kunjungannya ke Roma," tambah pernyataan tersebut.