Nilay Kar Onum
ISTANBUL
Bangsa Turki telah menutup babak kudeta dan tidak akan pernah membukanya lagi, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat peringatan dua tahun usaha kudeta yang berhasil digagalkan pada Minggu.
Berbicara di hadapan publik dalam peringatan yang diadakan di Jembatan Martir 15 Juli di Istanbul, Erdogan berujar, "Hari ini, kita merasakan kesedihan yang dalam dan rasa bangga yang membuncah di hati kita di saat yang bersamaan."
Memuji keberanian dan perlawanan masyarakat Turki pada malam kudeta terjadi, dia berkata, "Kemenangan ini adalah hasil dari keberanian para martir dan veteran yang berani menghadapi tank-tank dan pesawat-pesawat."
Erdogan juga menyebut usaha kudeta pada 15 Juli tersebut sebagai "kebangkitan bangsa Turki" dan "sebuah perjuangan demokrasi."
"15 Juli tidak akan pernah kita lupakan," ujar dia. "Kita tidak akan melupakan mereka yang mendoakan kita dan mereka yang membantu FETO [Organisasi Teror Fetullah]."
Erdogan juga menyebut kelompok teror tersebut seperti "gurita".
Merujuk pada perlawanan seluruh negeri terhadap kelompok itu, dia menyatakan, "Kita telah memutus tentakel-tentakel gurita itu."
"Dalam dua tahun terakhir, kita telah melumpuhkan semua struktur organisasi tersebut di dalam negeri, komunitas bisnis, birokrasi, perdagangan, media dan aktivitas sipil mereka dalam skala besar."
"Para pembunuh yang menembak warga negara kita pada malam itu mendapatkan hukuman paling berat," ujar Presiden, sambil bersumpah akan terus melanjutkan perjuangan mereka melawan kelompok teror tersebut.
Sebuah museum kini dibangun di dekat Jembatan Martir 15 Juli sebagai penghormatan kepada para martir, lanjut Erdogan.
Sementara itu, Anadolu Agency menyiarkan gambar-gambar yang diambil secara langsung dari markas FETO di Negara Bagian Pennsylvania, AS.
FETO dan pemimpinnya yang kini tinggal di AS, Fetullah Gulen, mendalangi usaha kudeta yang digagalkan pada 15 Juli 2016 di Turki, yang membuat 251 orang menjadi martir dan nyaris 2.200 lainnya luka-luka.
Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kampanye panjang untuk menggulingkan pemerintahan melalui penyusupan di institusi-institusi resmi Turki, terutama militer, kepolisian, dan pengadilan.
news_share_descriptionsubscription_contact
