Nani Afrida
18 Oktober 2018•Update: 18 Oktober 2018
Goksel Cuneyt Igde
AGRI, Turki
Seorang migran gelap asal Afghanistan yang sempat mengalami kekerasan dari pedagang manusia telah mengungsi ke Turki, dimana dia berharap bisa membangun kembali hidup dan menolong keluarganya di negara asal.
Yavaz Hasani, 23, meninggalkan Afghanistan satu bulan sebelumnya, dan menuju Turki lewat Iran, dimana dia ditemukan otoritas Turki sedang mencari pertolongan dari majikannya di sebuah penitipan binatang.
Berbicara pada Anadolu Agency, Hasani mengatakan polisi Iran sudah merobek paspornya dan identitas lainnya.
Dengan uang USD600, dia menyebrangi perbatasan Turki-Iran melalui pedagang manusia yang sering memukulnya setelah dia kehabisan uang di kawasan Dogubeyazit, Provinsi Agri.
"Saya terpaksa melarikan diri dan mengungsi ke sini," katanya.
Hasani, yang ayahnya dibunuh oleh Taliban, berencana pergi ke Istanbul, dimana dia berharap bisa mendapatkan pekerjaan dan membantu ibunya yang masih berada di Afghanistan.
"Saya tidak mau kembali ke Afghanistan," katanya, sambil menambahkan bahwa militer Taliban memaksa anak muda seperti dirinya untuk bergabung di militer.
Mahmut Barbur, seorang dokter hewan, mengatakan bahwa Hasani masuk ke tempat penampungan dengan kaki telanjang dan luka serius di kakinya.
"Dia tidak makan atau minum dalam waktu yang lama," kata Barbur.