Chandni Vasandani
29 September 2017•Update: 30 September 2017
Chandni Vasandani
JAKARTA
Hasil survei yang dilakukan Lembaga Saiful Mujani Research Center
(SMRC) Kamis, menunjukkan sebesar 86,8 persen masyarakat Indonesia tidak setuju
adanya kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan paham komunisme di Tanah
Air. Sementara responden yang merasa ada kebangkitan PKI hanyalah 12
persen saja.
Survei yang dilakukan pada 1.054 responden dengan mengunakan
teknik wawancara antara 3-10 September 2017.
Lembaga itu juga menemukan walau opini PKI masih hidup dan bisa bangkit lagi, sedikit sekali responden yang percaya. Bahkan, 88,8 persen responden yang disurvei merasa aman dan tidak terancam oleh kekuatan atau kelompok tertentu.
Riset juga menjelaskan bahwa opini masyarakat soal kebangkitan PKI
ini sebenarnya dimobilisasi oleh
partai-partai tertentu.
Selain melakukan survei terhadap kebangkitan PKI dan paham komunis di Indonesia, SMRC juga menemukan kalau 75,1 persen masyarakat yang disurvei ternyata tidak setuju bahwa Presiden Joko Widodo terlibat PKI.
Menariknya ketakutan akan paham komunisme
cenderung lebih terasa antara kalangan muda yang hidup di kota dan menganyam
pendidikan tinggi. Sedangkan mereka yang lebih senior, walau secara usia lebih
dekat dengan kejadian sejarah PKI, tampak tidak melihat adanya ancaman dari
komunis.