Hayati Nupus
12 November 2018•Update: 13 November 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
RS Bhayangkara Polri mengatakan telah mengumpulkan 666 sampel DNA post mortem penumpang Lion Air JT-610 PK-LQP.
Kepala Bidang Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri Lisda Cancer mengatakan seluruh data post mortem itu diperoleh dari 195 kantong jenazah yang dikirimkan Badan SAR Nasional sejak awal pencarian hingga berakhirnya operasi tersebut Sabtu lalu.
“Sejak operasi pencarian itu ditutup kami tidak menerima kantong jenazah lagi dari TKP,” terang Lisda, Senin, di Jakarta.
Lisda mengatakan bahwa pihaknya juga telah mengumpulkan 256 data ante mortem keluarga korban penumpang pesawat tersebut.
Sebanyak 213 di antaranya, tutur Linda, dikumpulkan oleh RS Bhayangkara, sedang 43 lainnya berasal dari Polda Bangka Belitung.
Pemeriksaan seluruh kantong jenazah, ujar Lisda, sudah dilakukan.
Sejauh ini, lanjut Lisda, RS Bhayangkara telah mengidentifikasi 79 orang penumpang pesawat tersebut. Sebanyak 59 di antaranya merupakan laki-laki dan 20 lainnya perempuan.
Hingga saat ini, tambah Lisda, pihaknya masih berupaya mengidentifikasi seluruh data penumpang tersebut.
“Sekarang kami sedang menunggu hasil tes DNA dan sidik jari, jadi ada beberapa bagian tubuh yang mengandung sidik jari,” kata Lisda.
Pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP berjenis Boeing 737 MAX 8 kecelakaan pada Senin di Laut Jawa, tepatnya di Perairan Karawang, Jawa Barat.
Ini merupakan pesawat baru Lion Air B 737-800 Max yang beroperasi sejak Agustus lalu dengan lama penerbangan 800 jam.
Pesawat berisikan 189 orang, sebanyak Sebanyak 181 orang di antaranya merupakan penumpang dan delapan lainnya awak pesawat.
Dari Jakarta, pesawat berangkat menuju Pangkal Pinang pukul 06.10 WIB dan hilang kontak setelah 13 menit mengudara.