Rıskı Ramadhan
13 Maret 2018•Update: 14 Maret 2018
Selen Temizer, Esref Musa, Levent Tok dan Burak Karacaoglu
AFRIN, Suriah/ANKARA
Militer Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) telah membentuk sebuah koridor kemanusiaan di wilayah Afrin di Suriah, yang memungkinkan warga sipil untuk meninggalkan zona operasi dengan aman.
Menurut koresponden Agency Anadolu di lapangan, koridor tersebut dibentuk untuk warga sipil yang ingin meninggalkan pusat kota Afrin dari selatan setelah tentara Turki dan pejuang FSA mengepung pusat kota.
Staf Umum Turki pada Selasa menyatakan bahwa pusat kota Afrin telah dikepung sejak Senin sebagai hasil dari operasi melawan terorisme yang sedang berlangsung di wilayah ini dan "daerah-daerah yang sangat penting" telah berhasil direbut.
Sejak diluncurkannya operasi tersebut, pasukan Turki dan pejuang oposisi telah membebaskan 212 lokasi, termasuk lima pusat kota, 175 desa, 37 gunung dan bukit strategis, dan satu basis teroris YPG/PKK.
Menurut Bekir Bozdag, deputi perdana menteri sekaligus juru bicara pemerintah Turki, operasi tersebut telah membebaskan areal seluas 1.102 kilometer persegi dari ancaman teroris.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris YPG/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.