Hayati Nupus
07 Agustus 2018•Update: 09 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 4.636 orang dari Gili Terawangan, Gili Air dan Gili Meno.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan mereka adalah wisatawan domestik dan mancanegara, berikut petugas serta pemilik penginapan.
“Rincian pastinya belum ada, evakuasi masih berlangsung sampai saat ini,” ungkap Sutopo, Selasa, di Jakarta.
Sutopo mengatakan tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas mengerahkan 11 kapal untuk mengevakuasi wisatawan dari ketiga pulau tersebut.
Dari ketiga gili itu, kata Sutopo, wisatawan dievakuasi ke tiga pelabuhan, yaitu 3673 orang ke Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, 193 ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat dan 770 orang ke Pelabuhan Benoa, Bali.
Dari Pelabuhan Benoa, ujar Sutopo, tersedia bus yang akan mengangkut wisatawan menuju Bandara I Gusti NGurah Rai, Bali.
Mulanya, tutur Sutopo, tim SAR gabungan hanya memperkirakan terdapat sekitar 1.000 orang wisatawan yang perlu dievakuasi dari ketiga gili tersebut. Namun ternyata jumlahnya berlipat, berikut pegawai resort dan hotel yang ada di sana.
Saat ini, menurut Sutopo, tim SAR gabungan tengah menyisir wilayah ketiga pulau tersebut. Sejumlah bangunan hotel dan resort roboh, tim SAR gabungan mencari kemungkinan adanya korban tertimpa bangunan roboh.
Di antaranya, ujar Sutopo, tim SAR gabungan menemukan dua orang yang tewas akibat tertimpa bangunan roboh di Gili Terawangan. Kedua orang tersebut merupakan warga yang berasal dari Lombok.
Sutopo juga menegaskan tak ada WNA yang menjadi korban tewas akibat gempa ini. Saat ini tercatat 105 orang tewas dan seluruhnya WNI.
Masa tanggap darurat penanganan bencana berlaku hingga 11 Agustus 2018. Ini merupakan perpanjangan masa tanggap darurat penanganan bencana dari gempa sebelumnya.
Gempa tektonik berkekuatan 7 SR mengguncang Lombok, Minggu malam, pukul 18.46 WIB. Gempa susulan terus terjadi dengan intensitas semakin mengecil.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami dan mengakhirinya pada pukul 20.25 WIB.
BMKG juga menyebutkan jika ini merupakan gempa utama dari rangkaian gempa sebelumnya.
Lokasi gempa tak jauh dari pusat gempa sepekan sebelumnya yang berkekuatan 6,4 skala richter dan mengguncang Bali, Lombok, hingga Sumbawa. Gempa pekan lalu itu menewaskan 17 orang, 365 terluka dan membuat ribuan orang mengungsi.