14 Juli 2017•Update: 14 Juli 2017
Erric Permana
JAKARTA
Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan fokus pada program pembangunan pertahanan serta satuan di 5 pulau terluar di Indonesia tahun 2017 ini, demikian dinyatakan oleh Panglima TNI Indonesia Jendral Gatot Nurmantyo.
"Kami tetap melanjutkan pembangunan lima pulau-pulau terluar dan strategis. Natuna, Morotai, Biak, Saumlaki, dan Marauke, ujar Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Gedung DPR RI, Kamis.
Komisi I DPR-RI sudah menyetujui jumlah anggaran yang diajukan oleh TNI melalui Kementerian Pertahanan.
Salah satu pembangunan yang saat ini hampir rampung di antaranya pangkalan militer di Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Pembangunan pangkalan militer akan dilanjutkan di Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.
Menurut Gatot pembangunan pertahanan serta pangkalan tersebut membutuhkan anggaran yang sangat besar, sehingga dibutuhkan program jangka panjang.
"Tetapi kami sesuaikan dengan anggaran. Misalnya, di Morotai [kami akan focus pada] perapian landasan pacu, pelabuhan dan penampungan bahan bakar sehingga kapal bisa beroperasi. Baru nanti radar."kata Gatot
Meski demikian, dia tidak menyebutkan berapa anggaran pembangunan tersebut.
Berdasarkan informasi dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2017, Kementerian Pertahanan akan mendapatkan anggaran sebesar Rp 108 triliun.
Anggota legislator sudah setuju untuk menambah anggaran tersebut sebesar 20 persen untuk kebutuhan operasional TNI.