Hayati Nupus
08 September 2017•Update: 08 September 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
TNI tengah menunggu perkembangan kerja sama imbal beli 11 pesawat Sukhoi SU-35 dengan Rusia. Pesawat ini telah lama digadang-gadang akan digunakan Skuadron 14 Madiun yang 18 bulan belakangan berhenti terbang.
Skuadron tersebut telah ditutup karena pesawat F-5 yang mulanya mereka kendalikan tak lagi layak terbang dan belum ada pesawat pengganti.
“Kalau lama tidak terbang, mereka harus berlatih sekitar empat bulan untuk menerbangkan pesawat. Sementara penggantinya, Sukhoi SU 35 belum ada kejelasan sampai sekarang,” kata Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Berdasarkan perkembangan strategis regional dan internasional, kata Gatot, Indonesia perlu segera mempersiapkan pasukan.
Sebelas Sukhoi SU-35 senilai USD 1,14 miliar berikut hangar dan persenjataannya, telah disepakati kedua negera lewat kerja sama yang diteken BUMN Rusia Rostec dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia pada saat Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita ke Moskow pada 3-5 Agustus 2017 lalu.
Pesawat tersebut rencananya akan ditukar dengan produk komoditas eskpor Indonesia seperti teh, kopi, karet olahan, CPO, rempah-rempah, biskuit, juga produk ingustri pertahanan karya PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia.
Indonesia telah membuat daftar puluhan jenis komoditas yang akan ditukar. Rencananya kedua negara akan membuat kesepakatan mengenai daftar komoditas ini dalam waktu dekat.