Merve Aydogan
14 Juni 2018•Update: 15 Juni 2018
Merve Aydogan
ANKARA
Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada hari Rabu menyerukan Jerman untuk mengekstradisi anggota Organisasi Teror Fetullah (FETO) ke Turki.
Dalam wawancara televisi ke saluran berita swasta Haberturk, Cavusoglu mengatakan: "Jika Jerman tidak mengembalikan Adil Oksuz kepada kami, maka itu akan berada di posisi yang sama dengan AS yang tidak mengekstradisi pemimpin FETO [Fetullah Gulen]."
"Ada beberapa kegiatan di AS (atas ekstradisi Gulen), tetapi apakah itu Jerman atau negara lain, mereka semua harus mengembalikan para pengkhianat ini yang merencanakan kudeta di Turki; orang-orang ini harus menghadapi keadilan."
Pernyataan menteri luar negeri itu muncul tak lama setelah para saksi mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Rabu bahwa tersangka kudeta yang paling dicari Turki Adil Oksuz tinggal di sebuah apartemen kecil di Berlin pada awal tahun ini di bawah perlindungan anggota FETO.
Oksuz - seorang dosen teologi yang dituduh mendalangi kudeta Turki 15 Juli 2016 yang berhasil dikalahkan - telah dalam pelarian selama hampir dua tahun.
Cavusoglu juga mengatakan mereka telah secara resmi menghubungi pihak berwenang Jerman mengenai Oksuz.
"Kami tentu saja memiliki perjanjian dengan Jerman. Orang ini adalah seorang penggerak kudeta dan Jerman sangat menyadari hal itu. Jadi, jika dia tertangkap, maka proses ekstradisi akan dimulai," katanya.
Di Jerman, yang menampung lebih dari tiga juta imigran Turki, FETO memiliki jaringan besar dengan puluhan sekolah swasta, bisnis, dan organisasi media. Sejak kudeta yang dikalahkan pada tahun 2016, hampir 4.000 tersangka FETO telah datang ke Jerman dari Turki dan negara-negara lain, menurut laporan media setempat.
Beberapa tersangka FETO, termasuk mantan tentara dan diplomat, telah mengajukan permohonan suaka di berbagai negara bagian Jerman.
Tentang ekstradisi buronan FETO dari Yunani, Cavusoglu mengatakan: "Saya tahu Yunani ingin mengembalikan mereka tetapi Barat, termasuk Uni Eropa secara serius menekan Yunani untuk tidak mengembalikan mereka ke Turki."
Sedangkan mengenai operasi kontra-teror di Irak utara, menteri luar negeri mengatakan kehadiran kelompok teror PKK di Irak adalah ancaman terhadap keamanan nasional Turki
Dia mendesak pemerintah Irak untuk bekerja sama dalam menghilangkan PKK seperti yang dilakukan oleh Turki dan Irak dalam memusnahkan Daesh.
"Sebenarnya, PKK juga merupakan ancaman serius bagi mereka. Persiapan, pembagian intelijen sedang dilakukan, pengaturan awal terus dilanjutkan dalam upaya untuk menghilangkan PKK," kata Cavusoglu.
Adapaun tentang posisi Iran di PKK, dia berkata: “kami juga melakukan diskusi dengan Iran. PKK / PJAK juga merupakan ancaman bagi Iran. Bahkan, Gunung Qandil lebih dekat dengan perbatasan Iran. PKK-PJAK-YPG semuanya adalah kelompok teror yang sama. Jadi, kita semua harus bekerja sama melawan mereka.”