21 April 2018•Update: 22 April 2018
Cansu Dikme
ANKARA
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada Jumat menyerukan Yunani untuk melihat anggota Organisasi Teroris Fetullah sebagai "musuh", seperti Turki memandang kelompok tersebut.
Yildirim memberikan pernyataan tersebut menyusul keputusan pengadilan Yunani ini untuk membebaskan pelaku kudeta terkait kelompok FETO.
"Yunani adalah negara tetangga dan sahabat bagi Turki. Kami berpikir bahwa Musuh Turki seharusnya juga dianggap musuh oleh Yunani,” kata Yildirim kepada wartawan di Ankara.
“Kami percaya bahwa Yunani harus bertindak seperti itu."
Kamis lalu, Dewan Negara Yunani - pengadilan administratif tertinggi di Yunani - memerintahkan pembebasan mantan tentara Turki Suleyman Ozkaynakci dengan syarat pengawasan sementara.
Yildirim juga kembali menyerukan agar Yunani mengekstradisi anggota FETO ke Turki.
"Penjahat-penjahat FETO menganggap Yunani sebagai tempat berlindung yang aman akhir-akhir ini. Ini merugikan hubungan tetangga dan sahabat. Saya harap mereka mengekstradisi anggota FETO dari Yunani. Kami sampaikan kembali seruan ini," kata dia.
Turki tidak ingin anggota FETO menciptakan dampak negatif terhadap hubungan Turki-Yunani, tambah dia.
Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, melakukan upaya kudeta yang dikalahkan pada tanggal 15 Juli 2016.
Kudeta itu menyebabkan 250 orang tewas dan hampir 2.200 orang terluka.
Pelaku serangan teroris terhadap demokrasi Turki juga mencoba membunuh Presiden Turki, membom parlemen Turki, warga sipil serta sejumlah bangunan pemerintah.