Maria Elisa Hospita
18 April 2018•Update: 18 April 2018
Sorwar Alam
ANKARA
Kabinet Turki pada Selasa mengirim mosi ke parlemen untuk memperpanjang masa darurat negara itu selama tiga bulan lagi, kata Wakil Perdana Menteri dan juru bicara pemerintah Bekir Bozdag, Selasa.
Dalam sebuah konferensi pers setelah pertemuan Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, Bozdag mengatakan, masa darurat ditargetkan pada teroris dan kelompok teror, bukan warga sipil.
Menurut dia, Kabinet telah mengesahkan mosi sesuai yang direkomendasikan oleh Dewan Keamanan Nasional Turki, dan setelah mendapat persetujuan dari parlemen, maka masa darurat yang ketujuh akan mulai berlaku pada 19 April.
Turki mengumumkan masa darurat untuk pertama kalinya pada 20 Juli 2016, setelah percobaan kudeta oleh Organisasi Teroris Fetullah (FETO).
FETO dan pemimpinnya yang menetap di AS, Fetullah Gulen, mendalangi kudeta tersebut, yang menewaskan 250 orang dan menyebabkan hampir 2.200 orang luka-luka.
Ankara menuding FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintahan melalui infiltrasi lembaga-lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.