Errıc Permana
23 Januari 2020•Update: 24 Januari 2020
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB meminta pejabat daerah untuk siaga mengantisipasi bencana banjir di wilayahnya masing-masing.
Bahkan Kepala BNPB Doni Monardo mengimbau agar pejabat di daerah bisa mengurangi waktu tidurnya untuk tetap siaga agar koordinasi dan kerja sama dalam sistem peringatan dini bencana banjir bisa beroperasi dengan baik.
Sebab kata dia, berjalannya atau tidak sistem peringatan dini itu akan berjalan tergantung dari kesiagaan para pejabat.
"Koordinasi antara hulu dengan hilir, bagaimana di hulu ada hujan, berapa curahnya, lebat apa ngga, kemudian setiap pintu air kan ada data tentang berapa tinggi permukaan air, itu diinformasikan," kata Doni di Kementerian Pertahanan, Jakarta pada Kamis.
Menurut dia, sistem peringatan dini tersebut mampu mencegah besarnya kerugian dan korban akibat bencana.
"Contoh berulang kali saya katakan di Konawe Utara, kenapa berhasil tidak ada korban? Karena perangkat daerah itu turun ke lapangan bersama masyarakat mengajak penduduk yang berada di bantaran sungai untuk dievakuasi," jelas dia.
Sebelumnya, 67 orang tewas akibat banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek, dan puluhan ribu orang mengungsi.