Shenny Fierdha
11 Oktober 2017•Update: 11 Oktober 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Perayaan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dipastikan digelar di Balai Kota DKI Jakarta usai keduanya sah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Senin depan.
Upacara pelantikan mereka dijadwalkan digelar pukul 16.00 WIB. Tanpa arak-arakan dari Istana, Anies dan Sandi akan menggunakan mobil dinas untuk menghadiri acara di Balai Kota.
“Sesampainya di gerbang Balai Kota, mereka akan disambut dengan palang pintu dan tanjidor yang mengiringi keduanya menuju Balai Agung,” kata Tim Komunikasi Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak, di Jakarta, Rabu.
Proses serah terima jabatan dengan Gubernur DKI Jakarta yang lama, Djarot Saiful Hidayat, akan dilangsungkan di Balai Agung. Usai itu, Anies dan Sandi akan mengantarkan Djarot ke Pendopo Balai Kota.
“Pak Djarot lalu meninggalkan lokasi,” kata Firman.
Selanjutnya, ujar Firman, akan ada kegiatan solat magrib berjamaah di Balairung diikuti dengan makan malam.
Sekitar pukul 18.45 WIB, Anies-Sandi akan berjalan kaki ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dimana Anies akan menyampaikan pidato pertamanya selaku gubernur baru di hadapan paripurna DPRD.
“Acara di DPRD diperkirakan berlangsung selama satu jam tapi pidatonya tidak akan terlalu lama karena akan diselingi dengan acara lain juga, seperti bertemu para mantan gubernur terdahulu,” sebut dia.
Anies-Sandi kemudian kembali ke Balai Kota menuju halaman Blok G (yang masih satu area dengan Balai Kota) untuk menyapa langsung warga. Acara di halaman ini terbuka untuk warga dan tidak terbatas pada tamu undangan.
Untuk memudahkan warga menyaksikan seremoni pelantikan Anies-Sandi, tim komunikasi keduanya pun telah menyediakan situs Smarteye.id agar warga dapat mengikuti rangkaian acara.
“Akan ada nonton bareng juga di 15 titik menggunakan teknologi virtual reality, tiga di antaranya di Balai Kota sementara sisanya tersebar di berbagai tempat di Jakarta,” kata Firman.
Ketika ditanya apakah jalanan di sekitar Balai Kota dan Istana Negara akan ditutup selama acara, Firman mengatakan pihaknya mengusahakan agar tidak ditutup.
“Karena kami tidak ingin jalanannya ditutup. Tapi kalau nanti massa membludak, Dinas Perhubungan akan mengatur rekayasanya,” ujar dia.