Pizaro Gozali Idrus
07 Januari 2021•Update: 08 Januari 2021
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyampaikan terjadi dua gempa bumi pada Kamis masing-masing di Bengkulu dan perairan Minahasa, Sulawesi Utara.
Di Bengkulu, gempa dengan Magnitudo 5,8 dirasakan kuat oleh warga hingga memicu kepanikan. Guncangan gempa terjadi pada Kamis tengah malam pukul 00.28 WIB.
"Pantauan beberapa BPBD menyebutkan situasi sudah kondusif," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati pada Kamis pagi.
Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kota Bengkulu, kata Raditya, memonitor gempa dirasakan kuat oleh warga sekitar 3 hingga 5 detik.
Guncangan kuat menyebabkan warga panik hingga keluar rumah untuk menghindari risiko lebih buruk.
BPBD setempat menginformasikan belum ada laporan dampak gempa yang berpusat di 41 km barat daya Bengkulu Selatan dan kedalaman 31 km ini.
Raditya menyampaikan guncangan juga dirasakan dengan tingkat berbeda di beberapa wilayah, seperti di Kabupaten Bengkulu Selatan merasakan guncangan sedang sekitar 5 detik.
Demikian juga di Kabupaten Lawang, Kota Pagar Alam, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Musi Rawas, warga merasakan guncangan sedang sekitar 3 hingga 5 detik.
"Masyarakat juga sempat panik dan keluar rumah," jelas Raditya.
Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Provinsi Bengkulu termasuk wilayah dengan potensi bahaya gempa dengan kategori sedang hingga tinggi.
“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap bahaya gempa. Dampak korban jiwa disebabkan karena reruntuhan bangunan dan bukan gempanya,” ucap Raditya.
Sementara itu, Raditya menyampaikan gempa besar juga terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.59 WIB, dengan Magnitudo 6,4 berada pada lokasi 71 km barat daya Bone Bolango - Gorontalo.
"Pusat gempa berkedalaman 131 km dan berdasarkan pemodelan tidak memicu tsunami," kata Raditya.
Berdasarkan informasi Pusdalops BPBD Kabupaten Bone Bolango, gempa terasa sedang sekitar 5 detik di Bone Bolango.
Pantauan setempat mencatat tidak ada masyarakat yang keluar rumah.