Erric Permana
24 April 2019•Update: 24 April 2019
Erric Permana
JAKARTA
Gubernur Maluku Murad Ismail periode 2019 - 2024 yang baru dilantik mengaku akan melakukan moratorium terhadap investasi di daerahnya.
Murad mengatakan kebijakan tersebut untuk meninjau kembali apakah investasi di Provinsi Maluku berpengaruh kepada masyarakat atau tidak.
"Semua investor yang ada di Maluku kita moratorium dulu, kita lihat lagi kira-kira dia berguna tidak buat masyarakat sana yang pertama, yang kedua berguna tidak dia buat provinsi karena kalo dia ambil semua kita punya kekayaan alam kita mau dapat apa,
Hal itu kata dia dilakukan lantaran banyaknya investasi yang dilakukan dengan cara yang tidak legal.
"Tidak adanya investor yang masuk ke Maluku secara terbuka. Banyak sekali investor yang masuk ke Maluku tapi semua di bawah tangan dan tertutup," kata dia.
Dia berjanji akan membuka secara transparan investasi di bidang pertambangan di wilayahnya.
Selain itu juga di berjanji akan mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat Maluku.
"Karena Maluku termiskin nomor 3 di 34 provinsi dan pengangguran nomor 1, pelayanan publik kurang begitu bagus," jelas dia.