Nicky Aulia Widadio
05 Maret 2021•Update: 07 Maret 2021
JAKARTA
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar sebanyak 81 kali dalam kurun 12 jam dengan jarak luncur maksimal sejauh 1,3 kilometer.
Aktivitas tersebut tercatat sejak Kamis pukul 18.00 hingga Jumat pagi pukul 06.00 WIB.
Selain itu, Gunung Merapi juga mengeluarkan awan panas sebanyak empat kali dengan jarak luncur maksimal sejauh 1.500 meter hingga Jumat siang.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan aktivitas Gunung Merapi masih tergolong tinggi.
“Erupsi Gunung Merapi masih dapat terjadi sewaktu-waktu, masyarakat kami imbau untuk menjauhi daerah rawan bahaya,” kata petugas BPPTKG Yogyakarta, Nur Kholik melalui keterangan video pada Jumat.
Menurut BPPTKG, potensi bahaya Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sisi selatan dan barat daya, dengan jarak maksimal 5 kilometer.
Sedangkan lontaran material vulkanik apabila terjadi erupsi eksplosif dapat mencapai jarak 3 kilometer dari puncak.
Status Gunung Merapi naik ke level III atau Siaga sejak 5 November 2020.
Gunung yang berlokasi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah ini juga memasuki fase erupsi efusif sejak 4 Januari 2021.