Pizaro Gozali Idrus
14 Juni 2022•Update: 15 Juni 2022
JAKARTA
Indonesia pada Selasa mulai melakukan vaksinasi pada hewan ternak yang rentan tertular virus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah mengatakan penyuntikan vaksin dilakukan pada beberapa sentra peternakan sapi perah dan wilayah sumber bibit ternak di Jawa Timur.
"Melalui vaksinasi ini kita harapkan dapat membantu mencegah penyebarluasan penyakit PMK," ujar Nasrullah dalam keterangannya pada Selasa.
Menurut Nasrullah, vaksinasi masal ini merupakan upaya serius pemerintah dalam rangka pencegahan dan pengendalian PMK melalui pengebalan hewan yang rentan PMK.
"Vaksin tahap pertama ini akan kita prioritaskan untuk ternak yang sehat dan berada di zona merah dan kuning karena jumlah vaksin kita saat ini masih terbatas, maka hanya ternak terpilih yang akan divaksin,” terang dia.
Dia melanjutkan hewan yang sudah sembuh dari PMK sebetulnya memiliki kekebalan terhadap virus. Sehingga, pada tahap awal belum menjadi prioritas penyuntikan vaksin.
Selanjutnya untuk pencegahan terhadap penularan PMK, Nasrullah menyarankan agar peternak menerapkan biosekuriti dan desinfeksi kandang agar kesehatan hewan tetap terjaga.
Nasrullah menjelaskan pemerintah pada tahap pertama juga akan mengadakan vaksin sebanyak 800.000 dosis dan direncanakan tahap berikutnya sebanyak 2,2 juta dosis.
Pada Mingg, sebagian vaksin tahap pertama sebanyak 10.000 dosis telah tiba di Indonesia.