Umar Idris
08 Agustus 2021•Update: 10 Agustus 2021
JAKARTA, Indonesia
Para jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar pameran virtual mulai Minggu.
Pameran ini bertepatan dengan ulang tahun AJI ke-27 yang telah dihelat secara virtual pada Sabtu malam.
AJI lahir pada 7 Agustus 1994 "sebagai perlawanan komunitas pers terhadap rezim Orde Baru yang sewenang-wenang," kata Sasmito Madrim, ketua umum AJI dalam melalui video pada pameran virtual ini.
Di dalam pameran ini pengunjung dapat melihat aktivitas AJI membela kebebasan pers sejak Orde Baru hingga kini.
Mulai dari menerbitkan majalah bawah tanah 'Independen', pembebasan kameramen RCTI Ferry Santoro dari tahanan Gerakan Aceh Merdeka, peringatan pembunuhan jurnalis Udin, peringatan hari buruh, hingga menang gugatan melawan presiden Joko Widodo terkait blokir internet di Papua dan Papua Barat.
"Pameran ini sepenggal kisah dari banyak kisah AJI, agar publik dapat mengingat kembali perjuangan komunitas pers pada era Orde Baru, dan bagi generasi muda dapat menerapkan tongkat estafet yang telah diperjuangkan generasi sebelumnya," kata Sasmito.
Pameran virtual ini dapat dikunjungi melalui tautan milestone.aji.or.id mulai Minggu ini.
"Pameran tetap berlangsung hingga waktu tak terbatas," kata Dian Yuliastuti, ketua peringatan HUT AJI ke-27.