Pizaro Gozali Idrus
20 Desember 2021•Update: 21 Desember 2021
JAKARTA
Korban tewas akibat amukan Topan Rai di Filipina telah melonjak menjadi 208 orang, lapor Polisi Nasional Filipina pada Senin.
Kepolisian Nasional Filipina (PNP) sejauh ini baru mengidentifikasi 26 korban tewas akibat topan tersebut.
Sementara itu, sekitar 239 orang mengalami luka parah akibat topan tersebut dan sebanyak 52 orang lainnya masih dalam status hilang.
Jumlah warga yang terkena dampak akibat topai telah meningkat menjadi 1,8 juta, berdasarkan laporan terbaru dari Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan.
Sebelumnya, topan hebat dengan kecepatan 195 kilometer (121 mil) per jam, menyebabkan pemadaman listrik dan kerusakan serius di pulau-pulau tenggara Filipina.
Banyak yang dilaporkan tewas setelah tertimpa pohon tumbang, tembok runtuh dan puing-puing lainnya.
Rata-rata, sekitar 20 badai dan topan melanda negara Asia Tenggara itu setiap tahun.
Super Typhoon Rai dikatakan sebagai yang paling kuat yang melanda negara itu pada tahun 2021.
.