Nicky Aulia Widadio
31 Mei 2019•Update: 01 Juni 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana longsor dan banjir pada musim mudik Lebaran 2019.
Kepala Bagian Humas Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko mengatakan masih ada 79 persen yang berpotensi hujan di seluruh Indonesia, sedangkan 21 persen lainnya telah memasuki kemarau.
Sejumlah titik yang berpotensi hujan antara lain berada di Jawa bagian barat, Sumatera bagian tengah, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Hujan bisa memicu terjadinya longsor dan banjir.
Apalagi, menurut Hary, tren bencana yang terjadi sepanjang Januari hingga Mei 2019 didominasi oleh banjir dan longsor.
“Tapi di Jawa relatif sudah masuk musim kering, tapi di spot-spot tertentu masih mungkin ada hujan,” tutur Hary di Jakarta pada Jumat.
Hary meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor yang bisa dipicu akibat hujan.
BNPB telah menerbitkan peta rawan longsor untuk jalur mudik yang bisa diakses melalui situs s.id/jalurmudikrawanbencana.
Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wisnu Widjaja mengimbau masyarakat untuk mengetahui potensi bencana dimana pun berada.
“BNPB sudah menerbitkan peta rawan longsor untuk jalur mudik, digunakannya saat hujan dan bisa ngecek posisi kita dimana,” kata Wisnu.
Wisnu juga meminta masyarakat memperhatikan peringatan dari tim kebencanaan bencana terkait situasi terkini.
Menurut Wisnu, gunung berapi di Indonesia saat ini tidak ada yang dalam status awas. Sebanyak 24 gunung berapi berstatus siaga dan 16 gunung berabi berstatus awas.
“Misalnya di Gunung Agung itu tidak boleh masuk di radius 4 kilometer, ikuti saja yang sudah disebutkan tim kebencanaan. Tapi jangan juga terlalu takut, misalnya ke (tempat wisata) Kaliurang itu masih aman dalam peta ancaman saat ini,” tutur dia.